tvmiranda.com, PADANG PARIAMAN – Kepala SMAN 2 Sungai Limau, Padang Pariaman, Sumbar, Yunita, S.Pd., M.Pd., kembali menggelar kegiatan _parenting_ orang tua. Ia menilai sinergi sekolah dan orang tua menjadi kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mengantarkan siswa ke perguruan tinggi.

Hal itu disampaikan Yunita di ruang kerjanya, Senin, 27 Juli 2026.
Yunita yang dikenal sebagai sosok guru dan pemimpin bijaksana itu menyebut Parenting orang tua sebagai salah satu program prioritas di SMAN 2 Sungai Limau.
“Kami di SMAN 2 Sungai Limau memang mengutamakan kegiatan parenting bersama orang tua dalam rangka mewujudkan keinginan sekolah untuk meningkatkan mutu dan mengantarkan anak-anak ke perguruan tinggi. Untuk tahun ajaran 2026/2027 ini kita sudah mulai. Untuk siswa kelas 10 yang baru kami terima kemarin, sebelum MPLS kami sudah mengundang orang tua dan menyamakan persepsi tentang harapan bersama terhadap anak-anak kami,” jelas Yunita.
Dampak Nyata: Siswa Tembus PTN di Luar Pulau
Yunita mengaku sudah merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, melalui kegiatan parenting, orang tua sangat mendukung kegiatan sekolah. Hasilnya sudah kita rasakan. Anak-anak kita yang sebelumnya hanya diterima di perguruan tinggi dalam Sumbar, sekarang sudah ada yang diterima di Universitas Padjadjaran Bandung melalui jalur prestasi. Anak tersebut akan berangkat tanggal 31 Juli ke Bandung,” ungkapnya.
Ia mencontohkan, siswa yang diterima di Unpad itu berasal dari keluarga kurang mampu.
“Untuk keberangkatannya, biaya pendidikan ditanggung KIP, tempat tinggal di asrama. Secara pribadi saya membantu tiket pesawat, dan guru-guru juga memberikan bantuan uang tunai minimal untuk uang saku awal anak tersebut,” lanjut Yunita.
Harap Surau dan Masjid Kembali Hidup
Selain peran orang tua, Yunita juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pembentukan karakter siswa.
“Sebagai kepala sekolah, saya sangat berharap orang tua ke depan bisa bersama-sama meningkatkan kemampuan mendampingi anak, sehingga sejalan dengan program sekolah. Karena jika hanya mengandalkan sekolah, mustahil hasil maksimal akan kita dapatkan,” ujarnya.
“Selain orang tua, kami juga sangat berharap kepada masyarakat, terutama dalam pembentukan karakter anak. Di sekolah kami punya keterbatasan waktu, karena selama di sekolah anak berhadapan dengan materi pelajaran yang harus di kuasai. Kami berharap masyarakat kembali menghidupkan surau atau masjid untuk kegiatan anak sekolah, sehingga ibadah mereka lebih terjaga. Kami juga berharap kegiatan-kegiatan remaja dihidupkan kembali, agar yang mereka dapatkan adalah hal-hal yang positif,” tutup Yunita penuh harap.




