Peduli Karhutla: BEM Universitas Hang Tuah Pekanbaru Gandeng BEM IAI Sulthan Syarif Hasyim Aksi Nyata di Siak

 | Peduli Karhutla: BEM Universitas Hang Tuah Pekanbaru Gandeng BEM IAI Sulthan Syarif Hasyim Aksi Nyata di Siak

SIAK SRI INDRAPURA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) berkolaborasi dengan BEM Institut Agama Islam (IAI) Sulthan Syarif Hasyim menggelar aksi solidaritas bertajuk “Peduli Karhutla RI”. Gerakan yang diinisiasi oleh BEM UHTP ini dilaksanakan pada Sabtu, 10 Oktober 2026 pukul 22:00 WIB, bertempat di kawasan ikonik Istana Siak Sri Indrapura. | Peduli Karhutla: BEM Universitas Hang Tuah Pekanbaru Gandeng BEM IAI Sulthan Syarif Hasyim Aksi Nyata di Siak

Aksi tanggap darurat yang digelar pada malam hari ini berfokus pada pembagian masker gratis serta edukasi langsung mengenai bahaya polusi asap kepada masyarakat. Langkah ini diambil sebagai respons cepat mahasiswa terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penurunan kualitas udara akibat kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah Riau.

Meskipun berlangsung menjelang tengah malam, kehadiran para mahasiswa di depan Istana Siak tetap mendapat sambutan hangat dan apresiasi positif dari masyarakat setempat, pedagang, serta pengunjung yang masih memadati area wisata sejarah tersebut.

Dalam gerakan ini, Presiden Mahasiswa BEM UHTP, Syahradi Ramatul, didampingi langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup BEM UHTP, Viona Dwi Mardi, beserta seluruh jajaran inti BEM UHTP. Kehadiran pengurus inti ini menegaskan komitmen penuh dan keseriusan organisasi dalam mengawal isu-isu lingkungan hidup demi kemaslahatan masyarakat.

“Gerakan ‘Peduli Karhutla RI’ ini sengaja kami inisiasikan sebagai langkah konkret mahasiswa dalam menyikapi situasi kabut asap yang kian mengkhawatirkan. Melalui kolaborasi lintas kampus bersama rekan-rekan BEM IAI Sulthan Syarif Hasyim Siak, kami ingin memperluas dampak gerakan ini. Kami memilih bergerak langsung malam ini untuk memastikan masyarakat dan pengunjung di sekitar Istana Siak tetap terlindungi, sekaligus memberikan edukasi preventif guna mengantisipasi risiko infeksi saluran pernapasan (ISPA) akibat paparan asap,” ujar Syahradi Ramatul.

Sinergi antar-kampus ini diharapkan tidak hanya menjadi aksi temporer, melainkan mampu memantik kesadaran kolektif yang lebih besar di tengah masyarakat dan pihak terkait untuk lebih serius melakukan pencegahan karhutla demi mewujudkan Riau yang bersih, sehat, dan bebas asap.